Jenis Penangkal Petir Elektrostatis Yg Harus Anda Tahu

penangkal petir elektrostatis penangkal petir kurn penangkal petir rumah penangkal petir konvensional penangkal petir in english penangkal petir untuk rumah penangkal petir radius penangkal petir surabaya penangkal petir thomas

Perlu kita sadari, petir merupakan fenomena yang sangat alami, dimana dalam proses awan terbentuk melalui mekanisme penguapan air. Maka akan terjadi proses ionisasi di awan tersebut yakni berkumpulnya ion bebas negatif dan positif yang cukup besar. Akibat gesesekan antar awan (teori gesekan awan) maupun ionisasi akibat terjadi perubahan jenis zat dari cair menjadi gas. Atau dari padat menjadi cair (teori ionisasi).

Jenis Unit Terminal

Penangkal Petir Evo Franklin EF.150 Penyalur Petir Evo Franklin EF.85
Jenis Penangkal Petir Elektrostatis Yg Harus Anda Tahu  Penyalur Petir dan anti Petir - Jenis Penangkal Petir Elektrostatis Yg Harus Anda Tahu

Muatan ion yang cukup besar tersebut akan berusaha menetralisir dengan cara “meloncat” ke bumi berbentuk kilatan listrik. Loncatan/kilatan ke bumi ini dengan cara langsung atau melalui perantara benda-benda, bangunan, tananam/pohon, binatang, bahkan manusia yang paling dekat jangkauannya.

Oleh karena itu, berbagai usaha dilakukan manusia untuk menghindarkan diri dan segala propertinya. Termasuk bangunan-bangunan gedung dan prasarana lainnya dari “sengatan” petir. Usaha tersebut antara lain dengan membuat penangkal petir. Yang dimaksudkan bukan menangkal atau melawan aliran arus ion listrik yang besar tersebut, tetapi meminimalisir terjadinya ion-ion listrik di awan atau menyalurkan loncatan ion-ion tersebut melalui peralatan khusus yang mampu menyalurkan arus listrik langsung ke bumi. Properti/bangunan yang telah dilengkapi dengan peralatan khusus penangkal petir tersebut akan terhindarkan dari sambaran petir tersebut secara langsung. Kebakaran dan kerusakan bangunan, instalasi dan peralatan elektroniknya pun dapat dihindari.

Meminimalisir terbentuknya ion-ion listrik di awan dapat dilakukan dengan sistem radioaktif yakni dengan memberikan zat tertentu seperti Radiun 226 dan Ameresium 241 yang mampu menyebarkan ion-ion radiasinya sehingga terbentuknya muatan listrik dari proses ionisasi di awan dapat dinetralisir.

Peralatan khusus penangkal petir yang dipasang pada bangunan gedung, tower/menara, dan bangunan lainnya ada dua macam yaiktu penangkal petir pasif dan aktif. Penangkal petir pasif, biasanya disebut penangkal petir Faraday atau Franklin, hanya memasang penerima sambaran petir dan peralatan kabel penyalur arus listrik dari petir ke ground/tanah. Pada model Faraday, kabel-kabel penyalur juga ditempatkan di sisi luar bangunan yang dapat berfungsi pula sebagai penerima loncatan petir. Sedangkan, penangkal petir aktif adalah penangkal petir yang bagian penerimanya (splitzer) dilengkapi dengan piranti yang mampu menghasilkan muatan-muatan ion elektrostatik sehingga loncatan listrik petir dapat diarahkan langsung ke splitzer.

Pendapat Ahli

Disamping itu, saat ini sudah banyak dijumpai beberapa jenis penangkal Petir dan penyalur petir pada pada bangunan seperti model Anti Petir Evo Franklin  EF.150 yang mempunyai jangkauan dan perlindungan bangunan yang lebih luas atau model EF.85 yang areal perlindungan terhadap sambaran petir berbentuk paraboloid.

Dasar Penyalur Petir dan Anti Petir

Menurut Beberapa ahli. Dalam pemasangan dan perencanaan instalasi penangkal petir yang perlu diperhatikan adalah

a) secara teknis aman. Artinya dalam pemasangan instalasi harus tidak membahayakan bagi bangunannya itu sendiri, juga perlindungan instalasi yang terpasang,

b) splitzer dan penampang kabel-kabel penghantar harus standar dan sesuai kebutuhan,

c) instalasi mempunyai ketahanan mekanis yang memadai dan tahan terhadap korosi,

d) selalu mempertimbangkan bentuk dan ukuran bangunan, serta ekonomis.

Besarnya kebutuhan bangunan akan instalasi penangkal petir menurut PUIPP ditentukan oleh nilai bahaya petir (R), yang berkisar antara <11 sampai >14. Nilai R ini bergantung pada nilai indeks dari beberapa kategori yaitu a) macam fungsi bangunan, dari bangunan biasa, bangunan publik, instalasi gas/minyak, sampi bangunan yang mudah meledak. b) jenis konstruksi bangunan, dari yang terbuat dari bahan yang tidak mudah terbakar (logam) dan mudah menyalurkan listrik, hingga konstruksi dari kayu dengan atap non logam. c) Tinggi bangunan, minimal 6 m. d) Situasi bangunan, dari lingkungan bangunan yang datar sampai lingkungan bangunan yang berbukit atau pegunungan dengan ketinggian lebih dari 100 m dpl. e) pengaruh kilat yang terjadi, hal ini dilakukan dengan melakukan pencatatan jumlah hari terjadinya kilat/guruh pada setiap tahun di suatu daerah, dari 2 hari/tahun sampai 256 hari/tahun.